Disdik Jabar Targetkan Bangun 11 Sekolah Baru di Tahun 2025

SILATJABAR – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Wahyu Mijaya sebutkan sebanyak 11 sekolah baru menjadi target awal dari rencana pembangunan sekolah baru.

SMAN dan SMKN di 144 kecamatan,yang ada di Jawa Barat Saat ini, kata Wahyu mulai memasuki tahap kajian selama tiga bulan ke depan.

Menurut Wahyu, tahapan selanjutnya adalah pembuatan detailed enginering design (DED), sebelum dimulainya pembangunan fisik pada tahun 2025 mendatang.

“Target awal pembuatan DED selesai 2024, untuk kita bangun di 2025 itu minimal ada 11 sekolah targetnya. Ini masih berproses, belum bisa menetapkan di daerah mana saja yang akan diprioritaskan dibangun,” kata Wahyu di Bandung, Rabu (4/3/2024).

Wahyu menjelaskan, proses tahap kajian dilakukan untuk memastikan lokasi dengan penilaian resiko bencana, juga daya tampung di beberapa Kecamatan yang terdaftar akan dibangun sekolah baru.

“Dalam tiga bulan ke depan, insya allah kajian sudah selesai. Dimana dan jumlah (sekolah yang akan dibangun) sudah ada datanya,” ujarnya.

Untuk sumber anggaran, kata Wahyu, bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Jabar 2024.

“Alokasi anggaran untuk sekolah baru itu dari APBD. Kita rencanakan untuk 2026 dan selanjutnya kalau ada kekurangan, nanti dari pemerintah pusat seperti apa,” kata dia.

144 Sekolah Negeri Baru Dibangun Pemprov Jabar Mulai Tahun Ini
Sebelumnya, Plh Sekda Jabar, Taufik Budi Santoso mengatakan, pembangunan 144 sekolah baru tersebut sudah berdasarkan kajian Disdik Jabar.

Dari hasil kajian itu, ada 144 kecamatan yang terdapat sekolah SMK, SMA termasuk swasta, tetapi belum ada sekolah negeri.
“Kita asumsikan perlu 144 sekolah baru di 2024,” kata Taufik.

Namun, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu sekolah yang saat ini masih beraktivitas di setiap kecamatan.

Baca Juga :  Anggota DPRD Usep Wawan Hadiri Pelantikan 235 Anggota PPK Kabupaten Sukabumi untuk Pilkada 2024

“Kita mulai 2024 ini, paling tidak memastikan dulu sekolah-sekolah yang sekarang masih melakukan kegiatannya bukan di asetnya pemprov (Jabar),” katanya.

Dengan demikian, pihaknya akan memulai dengan membangun beberapa sekolah.

Setelah itu, akan memindahkan aktivitas pendidikan yang semula menyewa gedung sekolah ke gedung sekolah baru milik Pemprov Jabar.

Taufik mengaku, pihaknya belum bisa memberi bocoran berapa detail biaya untuk membangun 144 sekolah negeri baru tersebut.

Taufik hanya menyebut rata-rata untuk membangun 1 unit sekolah butuh kurang lebih Rp3 miliar.

“Angkanya nanti kita sampaikan lebih lanjut. Yang pasti pembangunan satu sekolah membutuhkan anggaran kurang lebih Rp3 miliar, itu kebutuhan minimal, belum termasuk aset tanahnya itu tergantung lokasi,” ungkap Taufik. (Peristuwa news).*